?Kampung Blang Ara terletak pada ketinggian 900-1100 MDPL sangat cocok untuk perkebunan Kopi Arabika, Kopi Robusta, durian dan Coklat, Pinang juga untuk tanaman hortikultura dan peternakan. Kampung Blang Ara merupakan pemekaran dari Kampung Rimba Raya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Aceh Tengah, sebelum dimekarkan menjadi Kampung Definitif, Kampung Blang Ara merupakan dusun Kampung Rimba Raya yang bernama dusun Km 60 Atas.
?Dusun Km 60 atas dibuka pada tahun 1980 yang merupakan hutan belantara dan sebagian hamparan alang-alang. Penamaan pertama dusun KM 60 atas dengan sebutan Dusun saat tahun 2000 menjadi Dusun di bawah Kampung Rimba Raya. Pada tahun 2002 terjadi proses pemekaran selama 2 tahun dan pada tahun 2005 secara resmi menjadi definitif Kampung Blang Ara.
?Dasar nama kampung tersebut diambil dari sebuah hamparan kebun perkopian rakyat dan lapangan bola kaki yang terletak di tengah Desa Rimba Raya pada masa itu letak lapangan bola kaki terluas saat itu adanya di Dusun Km 60 atas dasar bentuk Lapangan tersebut maka masyarakat menyebut kampung tersebut menjadi Kampung Blang Ara atau artinya hamparan yang penuh harapan atau ada.
?Sedangkan asal usul dusun Km 60 adalah pada masa penjajahan belanda tempat tersebut hanya berupa hamparan rumput alang-alang yang tebal dan bibir hutan belantara yang menutupinya. Masyarakat tertarik ke Dusun Blang Ara atau Km 60 dikarenakan pada saat itu perkembangan perkebunan kopi yang cukup baik serta perkebunan kopi Arabika yang sangat bagus dari letak geografisnya. Pada umumnya penduduknya berasal dari Takengon dan daerah Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo Sekitarnya yang merupakan para masyarakat asli Kampung Rimba Raya. Setelah terbentuknya dusun yaitu pada tahun 2000 maka masyarakat berkumpul di Menasah untuk memusyawarahkan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemberian nama dusun yaitu Blang Ara, namanya diambil dari letak geografisnya yaitu:
-Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Rata Ara Dan Hutan Lindung
-Sebelah Selatan berbatasan dengan Arul Km 60
-Sebelah Barat berbatasan dengan Jalan Bireun-Takengon
-Sebelah Utara berbatasan dengan Kampung Rata Ara dan Musara 58
2. Dikarenakan pada tengah-tengah dusun terdapat ladang hamparan rumput dan rata yang dalam bahasa Gayo disebut Blang Ara.
3. Baru pada tahun 2002 ada wacana pemekaran kampung, maka disepakati oleh tokoh masyarakat nama Dusun Km 60 diganti menjadi Blang Ara yang mewakili semua unsur masyarakat Gayo artinya Hamparan Penuh Harapan atau Ada. Baru pada tahun 2005 menjadi Kampung Definitif hingga saat ini.